MEDAN | GLOBAL SUMUT-Pemko
Medan dan Kodim 0201/BS bekerjasama dalam pencanangan swasembada pangan
yang dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Sepakat Jalan Marelan I Pasar
IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/2).
Pecanangan ini diharapkan menjadi momentum guna membangkitkan ketahanan
pangan berbasiskan sumber daya lokal. Di samping itu memberikan manfaat
sebesar-besarnya bagi tercipatanya swasembada pangan di Sumatera
Utara, khususnya Kota Medan.
Penacanangan swasembada pangan ini dtandai dengan penandatanganan MoU oleh Wali kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Dandim 0201/BS Letkol Kav Setiawan Arismunandar. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan alat sistem pertanian kepada kelompok tani setempat. Setelah itu diteruskan dengan penanaman padi bersama sebagai tanda simbolis dimulainya pencanangan swasembada pangan tersebut.
Wali kota memandang kegiatan ini cukup strategis, sebab bagian dari sistem peringatan dini kepada semua akan kecendrungan kebutuhan pangan tingkat daerah yang terus meningkat. Sebagai kota metropolitan baru, Kota Medan tentunya menghadapi banyak tantangan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, konversi lahan yang digunakan pemukiman baru dan perubahan iklim.
Diungkapkan Wali Kota, Kota Medan hingga kini masih memiliki luas lahan pertanian 6.183 hektar yang terdiri dari lahan sawah 1.778 hektar dan lahan kering seluas 4.395 hektar. Pada tahun 2015, sasaran tanam padi sawah di Kota Medan seluas 3.801 hektar .
Dari 21 kecamatan yang ada kata Wali kota, saat ini yang masih berpotensi bertanam padi sawah adalah di Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Tuntungan dan Medan Selayang.
Sedangkan jumlah keompok tani yang ada sebanyak 251 kelompok dengan jumlah penyuluh pertanian lapangan sebanyak 40 orang.
Selanjutnya mantan sekda Kota Medan ini menjelaskan, penanaman padi dalam rangka pencanangan swasembada pangan kerjasama Pemko Medan dan Kodim 0201/BS merupakan tindak lanjut dan kerjasama yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu antara Kementrian pertanian Republik Indonesia dengan TNI Angkatan Darat.
“Seiring dengan pembangunan Medan menjadi kota metropolitan yang modern, Pemko Medan akan terus melaksanakan pengembangan pertanian perkotaan secara berkelanjutan, seperti melaksanakan program peningkatan produksi dan produktifitas pertanian melalui pemanfaatan lahan-lahan yang tersedia, diantaranya lahan tidur dan lahan pekarangan dengan teknologi pembangunan pertanian perkotaan yang meliputi vertikultur hydrovonic dan penanaman dalam pot,” kata Wali Kota.
Dijelaskan Wali Kota, pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial. Karenanya ketersediaan pangan bagi masyarakat luas harus terjamin. Untuk mencapai ketahanan pangan yang kuat, tentunya dibutuhkan tekad, kesungguhan dan kerja keras, pendekatan sistematis dan koordinasi semua pihak baik di jajaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dunia usaha serrta stakeholder di bidang pangan.
“Pemko Medan akan terus mendorong kegiatan riset dan teknologi yang dilakukan untuk tujuan pembangunan ketahanan pangan. Selain itu kita juga mulai menyadarkan masyarakat mulai dari Kota Medan untuk mengurangi konsumsi beras melalui diversifikasi pangan dengan mengkonsumsi makanan yang bersumber dari hasil pertanian sepeerti ubi, jagung dan tanaman umbi lainnya,” papar Wali kota.
Sementara itu Dandim 0201/BS, Lektol Kav Setiawan Arismunandar mengatakan, seluruh jajarannya melalui Babinsa yang ada siap mendukung sepenuhnya penacanangan swasembada pangan. Apalagi petugas Babinsa telah diajarkan tentang pengetahuan terkait pertanian. Untuk itulah petugas Babinsa akan membantu dnegan seikhlasnya mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan serta pemanenan.
Menurut Dandim, jika hasil pertanian yang dilakukan ini nantinya bagus tentunya akan mengispirasi petani lainnya untuk mengikuti mulai dari bercocok tanam, pemupukan, pola tanam maupun yang lainnya. Untuk itulah Kodim 0201/BS siap membantu jika dalam pelaksanaan nantinya ada ditemui kendala-kendala.
“Mudah-mudahan kehadiran kami bermanfaat untuk semuanya dan hasil pertanian lebih maksimal dan lebih optimal lagi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dandim. (Red)
Penacanangan swasembada pangan ini dtandai dengan penandatanganan MoU oleh Wali kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Dandim 0201/BS Letkol Kav Setiawan Arismunandar. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan alat sistem pertanian kepada kelompok tani setempat. Setelah itu diteruskan dengan penanaman padi bersama sebagai tanda simbolis dimulainya pencanangan swasembada pangan tersebut.
Wali kota memandang kegiatan ini cukup strategis, sebab bagian dari sistem peringatan dini kepada semua akan kecendrungan kebutuhan pangan tingkat daerah yang terus meningkat. Sebagai kota metropolitan baru, Kota Medan tentunya menghadapi banyak tantangan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, konversi lahan yang digunakan pemukiman baru dan perubahan iklim.
Diungkapkan Wali Kota, Kota Medan hingga kini masih memiliki luas lahan pertanian 6.183 hektar yang terdiri dari lahan sawah 1.778 hektar dan lahan kering seluas 4.395 hektar. Pada tahun 2015, sasaran tanam padi sawah di Kota Medan seluas 3.801 hektar .
Dari 21 kecamatan yang ada kata Wali kota, saat ini yang masih berpotensi bertanam padi sawah adalah di Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Tuntungan dan Medan Selayang.
Sedangkan jumlah keompok tani yang ada sebanyak 251 kelompok dengan jumlah penyuluh pertanian lapangan sebanyak 40 orang.
Selanjutnya mantan sekda Kota Medan ini menjelaskan, penanaman padi dalam rangka pencanangan swasembada pangan kerjasama Pemko Medan dan Kodim 0201/BS merupakan tindak lanjut dan kerjasama yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu antara Kementrian pertanian Republik Indonesia dengan TNI Angkatan Darat.
“Seiring dengan pembangunan Medan menjadi kota metropolitan yang modern, Pemko Medan akan terus melaksanakan pengembangan pertanian perkotaan secara berkelanjutan, seperti melaksanakan program peningkatan produksi dan produktifitas pertanian melalui pemanfaatan lahan-lahan yang tersedia, diantaranya lahan tidur dan lahan pekarangan dengan teknologi pembangunan pertanian perkotaan yang meliputi vertikultur hydrovonic dan penanaman dalam pot,” kata Wali Kota.
Dijelaskan Wali Kota, pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial. Karenanya ketersediaan pangan bagi masyarakat luas harus terjamin. Untuk mencapai ketahanan pangan yang kuat, tentunya dibutuhkan tekad, kesungguhan dan kerja keras, pendekatan sistematis dan koordinasi semua pihak baik di jajaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dunia usaha serrta stakeholder di bidang pangan.
“Pemko Medan akan terus mendorong kegiatan riset dan teknologi yang dilakukan untuk tujuan pembangunan ketahanan pangan. Selain itu kita juga mulai menyadarkan masyarakat mulai dari Kota Medan untuk mengurangi konsumsi beras melalui diversifikasi pangan dengan mengkonsumsi makanan yang bersumber dari hasil pertanian sepeerti ubi, jagung dan tanaman umbi lainnya,” papar Wali kota.
Sementara itu Dandim 0201/BS, Lektol Kav Setiawan Arismunandar mengatakan, seluruh jajarannya melalui Babinsa yang ada siap mendukung sepenuhnya penacanangan swasembada pangan. Apalagi petugas Babinsa telah diajarkan tentang pengetahuan terkait pertanian. Untuk itulah petugas Babinsa akan membantu dnegan seikhlasnya mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan serta pemanenan.
Menurut Dandim, jika hasil pertanian yang dilakukan ini nantinya bagus tentunya akan mengispirasi petani lainnya untuk mengikuti mulai dari bercocok tanam, pemupukan, pola tanam maupun yang lainnya. Untuk itulah Kodim 0201/BS siap membantu jika dalam pelaksanaan nantinya ada ditemui kendala-kendala.
“Mudah-mudahan kehadiran kami bermanfaat untuk semuanya dan hasil pertanian lebih maksimal dan lebih optimal lagi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dandim. (Red)
Posting Komentar
Posting Komentar