BELAWAN | GLOBAL SUMUT - Puluhan Massa menamakan Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat
Indonesia (APBMI) Sumatera Utara Senin, (03/06/2013) mengelar aksi demo
memprotes pihak Pelindo I Belawan atas pungutan liar (Pungli) Rp 2500
karena dinilai tak ada payung hukumnya maupun peraturan Pemerintah yang
mengaturnya, aksi demo dengan cara berkonvoi tersebut dimulai dari
simpang jalan Tol Kampung Salam Belawan menuju ke PT.Pelindo I Cabang
Belawan.
Massa pengunjuk rasa yang terdiri dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut cukup mendapatkan perhatian serius dari sejumlah pengguna jalan yang keluar masuk ke Pelabuhan nomor 3 terbesar di Indonesia, bahkan aksi tersebut nyaris melumpuhkan kegiatan Pelabuhan yang dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Sumut tersebut.
Ketua APBMI, Erbin Polin Marpaung kepada Wartawan mengatakan, mereka meminta agar Pemerintah menghentikan pengutipan Rp.2500 oleh PT.Pelindo karena pengutipan tersebut tidak ada payung hukum atau undang-undangnya serta Peraturan Pemerintah yang mengatur.Kedua, PT.Pelindo Belawan saat ini sudah merambah atau menghimpit usaha rakyat lagipula PT. Pelindo yang tadinya sebagai penyedia fasilitas kini berubah menjadi pemain, tentang peraturan yang pernah dibuat sudah dibatalkan 3 bulan yang lalu, tambah Erbin P.M.(Ind/Din/Blw)
Massa pengunjuk rasa yang terdiri dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut cukup mendapatkan perhatian serius dari sejumlah pengguna jalan yang keluar masuk ke Pelabuhan nomor 3 terbesar di Indonesia, bahkan aksi tersebut nyaris melumpuhkan kegiatan Pelabuhan yang dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Sumut tersebut.
Ketua APBMI, Erbin Polin Marpaung kepada Wartawan mengatakan, mereka meminta agar Pemerintah menghentikan pengutipan Rp.2500 oleh PT.Pelindo karena pengutipan tersebut tidak ada payung hukum atau undang-undangnya serta Peraturan Pemerintah yang mengatur.Kedua, PT.Pelindo Belawan saat ini sudah merambah atau menghimpit usaha rakyat lagipula PT. Pelindo yang tadinya sebagai penyedia fasilitas kini berubah menjadi pemain, tentang peraturan yang pernah dibuat sudah dibatalkan 3 bulan yang lalu, tambah Erbin P.M.(Ind/Din/Blw)
Posting Komentar
Posting Komentar