Written By globalsumut on Minggu, 28 April 2013 | 08.05
MEDAN | GLOBAL SUMUT – Proyek perkuatan tanggul sungai deli di jalan Ileng
Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan resahkan warga. Pasalnya puluhan
truk pengangkut tanah rusakkan jalan dan nimbulkan pencemaran lingkungan. Sabtu
(27/04/2013).
AT
(45) warga lingkungan 30 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan melalui
GLOBALSUMUT.COM minta DPRD Medan buka mata lebar-lebar.
“DPRD
Medan jangan tidur dan goyang-goyang kaki aja di kantor, lihat Medan Bagian Utara ini,
warganya banyak yang resah akibat ulah proyek. Sebagai wakil rakyat, harus bisa
berbuat untuk kenyamanan rakyat, jangan taunya jalan-jalan ke luar kota
menghabiskan uang rakyat, sekali-kali jalan di daerah Medan Bagian Utara ini, lihat
kenyataannya. Kalau minta suara, sibuk turun”. Sumpah serapah AT dengan nada geram.
Hal
senada juga dikatakan ibu yang berjualan dan usaha bengkel di turunan titi
pinggir jalan Ileng. Ibu yang enggan sebutkan namanya itu, mengaku sangat
resah. “Abang lihatlah ini, debu yang beterbangan menyerang kami tebalnya minta
ampun, tak ada satupun yang peduli dengan nasib kami ini”. Kata ibu yang
melayani pembeli itu.
Pantauan
GLOBALSUMUT.COM di lapangan, sepanjang ruas jalan ileng dan Datuk Rumbia Kelurahan
Rengas Pulau Kecamatan Medan Labuhan mengalami bolong-bolong. Rusaknya jalan
itu disebabkan truk tronton angkutan tanah milik kontraktor. Kotoran tanah
berceceran sepanjang jalan, hingga menyebabkan polusi udara yang tinggi.
Proyek
Balai Sungai Wilayah Sumatera-II yang menelan anggaran miliaran rupiah ini tak
peduli dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Meskipun warga di sekitar
lokasi proyek menjerit, kontraktor tetap jalan dan mengabaikan keluhan warga
itu.
Kedua
ruas jalan yang dipenuhi ceceran tanah timbun tersebut bukannya dibersihkan,
namun pekerja kontraktor melakukan penyiraman dengan tujuan mengatasi debu
polusi udara.
Ceceran
tanah yang disiram air itu menjadikan badan jalan licin, tak sedikit pengguna
jalan itu terpeleset. Kendatipun begitu, Lurah Rengas Pulau dan Camat Medan
Marelan tak mau ambil peduli. [man/abu].
Posting Komentar
Posting Komentar